Sabtu, 18 Agustus 2018

Budaya Mbecek Lamongan yang Unik nan Menggelitik


Nadamas Blog - Mbecek merupakan sebuah istilah Jawa yang memiliki arti menghadiri suatu hajatan yang digelar oleh seseorang. Selain mbecek, ada juga yang menyebutnya dengan buwoh, dengan arti yang sama. Mbecek biasanya diadakan oleh seseorang yang sedang menggelar acara pernikahan, sunatan, kelahiran bayi, maupun lainnya.

Ah, jika anda berasal dari luar Lamongan kebetulan akan punya menantu orang Lamongan, maka jangan kaget ketika acara mbecek dimulai. Rasanya, meski zaman sudah modern, tetapi budaya Lamongan yang khas tidak lekang oleh waktu. Jika di daerah lain, terutama di perkotaan, orang lebih memilih mbecek dengan membawa amplop berisikan uang, maka tidak untuk Lamongan.

Jangan terkesima, itu karena orang Lamongan suka dengan hal-hal yang ribet. Membawa amplop berisikan uang 50 ribu itu simpel, tapi orang Lamongan lebih memilih membawa tas besar berisikan beras atau gula pasir seberat 5 kg. Dimana jika ditotal, beras atau gula itu sama nilainya 50 ribu rupiah. Padahal jika sama-sama nilainya, alangkah lebih efisien bila membawa amplop berisikan uang 50 ribu rupiah, kan? Tapi itulah keunikan orang Lamongan.

Hal ini terbilang keunikan yang menggelitik, karena sebagian orang luar daerah akan menyebut fenomena ini dengan “titip masak, minta lauk”. Bagaimana maksudnya? Tentu saja, ketika mbecek membawa beras ke penyelenggara hajatan, pulangnya akan membawa makanan matang, misalnya rawon atau soto. Datang membawa beras, pulang bawa sepaket makanan matang. 

Meski terlihat ndeso, tapi budaya tetap perlu diapresiasi. Yukk lestarikan budaya kita bersama.
Read More